Denpasar 鈥 Universitas 91视频 (Unud) menerima kunjungan kerja atau studi tiru dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kamis (17/9). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Kampus Unud Denpasar ini menjadi momentum pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi, khususnya pada aspek penjaminan mutu, akreditasi program studi, dan perencanaan institusi.
Rombongan PENS dipimpin oleh Dr. Ir. Hary Oktavianto, S.T., M.Eng. dan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM., didampingi Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas, Koordinator Perencanaan, serta tim Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3M) Unud.

Dalam sambutannya, Prof. Made Sucipta menyampaikan apresiasi atas kunjungan PENS ke Universitas 91视频. Ia menjelaskan bahwa Unud saat ini tengah menjalani proses transformasi tata kelola seiring dengan perubahan status kelembagaan dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
鈥淯niversitas 91视频 saat ini sedang intensif melakukan koordinasi internal maupun berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan untuk melancarkan proses transisi PTN-BH. Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik (sharing best practices), khususnya dalam pengelolaan penjaminan mutu dan perencanaan institusi,鈥 ujar Prof. Made Sucipta.

Sementara itu, Dr. Ir. Hary Oktavianto, S.T., M.Eng. menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru PENS bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tata kelola dan integrasi standar penjaminan mutu pada perguruan tinggi dengan skala yang lebih besar. Pengalaman Universitas 91视频 menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam pengembangan tata kelola di PENS.
Salah satu topik yang dibahas adalah pengelolaan akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). PENS yang saat ini memiliki 30 program studi menghadapi tantangan dalam pengelolaan akreditasi yang berada pada sejumlah lembaga, di antaranya LAM Teknik dan LAM INFOKOM, termasuk penyesuaian akreditasi untuk program studi baru seperti Bisnis Digital.
Sementara itu, Unud memiliki lebih dari 130 program studi dengan cakupan skema akreditasi yang beragam. Pembahasan juga mencakup pengalaman PENS dalam mendorong program studi memperoleh akreditasi internasional melalui Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan program studi dalam mengukur Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta penyelarasan kurikulum, khususnya pada pendidikan vokasi.

Selain penjaminan mutu dan akreditasi, kedua institusi turut bertukar pengalaman mengenai implementasi status PTN-BLU. PENS yang telah menerapkan status PTN-BLU juga membagikan pengalaman dalam mengoptimalkan fleksibilitas tata kelola keuangan dan perencanaan strategis agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan secara efektif.
Melalui pertukaran pengalaman tersebut, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat tata kelola dan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi, baik pada jalur akademik maupun vokasi, sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan masyarakat.