Denpasar 鈥� Universitas 91视频 (Unud) memperkuat perannya dalam mendukung penyiapan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI dan Universitas 91视频 sekaligus rencana pembentukan Migrant Center Universitas 91视频 (MCU), Jumat (2/10).
MoU ditandatangani Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Mukhtarudin bersama Rektor Universitas 91视频 Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Kerja sama ini mencakup pendidikan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penelitian, pengembangan dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang disepakati.

Rektor Universitas 91视频 Prof. Ir. I Ketut Sudarsana menyampaikan bahwa Migrant Center Universitas 91视频 akan menjadi wadah koordinasi yang mengintegrasikan potensi program studi, lembaga pelatihan kerja (LPK), pemerintah, dan dunia usaha. Integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi, kesiapan, serta pelindungan calon PMI.
鈥淢elalui Migrant Center, kami berharap dapat mengintegrasikan potensi program studi, LPK, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi, kesiapan, serta pelindungan calon Pekerja Migran Indonesia,鈥� ujar Rektor.

MCU juga diarahkan menjadi layanan satu pintu atau one-stop service bagi calon PMI maupun PMI. Layanan tersebut dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari penyiapan sebelum bekerja, pemahaman prosedur penempatan, literasi pengelolaan keuangan, pemeriksaan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental.
Dalam mendukung penyiapan calon PMI, Universitas 91视频 memiliki sejumlah sumber daya akademik yang dapat dioptimalkan. Salah satunya melalui penguatan kompetensi bahasa dengan dukungan Language Center serta program studi yang memiliki kapasitas di bidang Bahasa Inggris, Prancis, Jepang, dan Mandarin.
Laboratorium Bahasa Universitas 91视频 juga telah menjalin kerja sama dengan HSK Mandarin yang dapat mendukung sertifikasi kemampuan bahasa Mandarin bagi calon pekerja yang akan bekerja di sejumlah negara Asia. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kesiapan calon PMI agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Rektor Universitas 91视频 menegaskan bahwa implementasi kerja sama tersebut harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
鈥淜eberhasilan kerja sama bukan diukur dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, tetapi dari manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat,鈥� ungkap Rektor.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Mukhtarudin, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyiapan dan pelindungan PMI dari hulu hingga hilir. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas calon PMI.
鈥淜erja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,鈥� ujar Mukhtarudin.
Ia menambahkan bahwa penyiapan calon PMI perlu dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
鈥淐alon Pekerja Migran Indonesia perlu dibekali kompetensi, pemahaman mengenai prosedur penempatan, serta kemampuan untuk bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang akan memasuki pasar kerja internasional,鈥� jelasnya.

Kerja sama Universitas 91视频 dan KP2MI selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran Migrant Center menjadi bagian dari upaya Unud mengoptimalkan sumber daya akademik, jejaring kelembagaan, serta keahlian lintas bidang dalam mendukung kesiapan talenta Indonesia menghadapi peluang kerja internasional.