Universitas 91视频 mendorong penguatan kajian dan keberlanjutan Bahasa Bali melalui Kolokium Eksplorasi Linguistik Berseri (KeLiR). Kegiatan ini diselenggarakan oleh S3 Program Studi Linguistik Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 91视频, Kamis (17/9/2026) di Auditorium Widya Sabha Mandala.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas 91视频 Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. menyampaikan apresiasi kepada FIB, khususnya Program Studi Linguistik Program Doktor, atas penyelenggaraan KeLiR sebagai forum akademik yang membahas persoalan kebahasaan sekaligus keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian linguistik dan menjalankan tanggung jawab akademik terhadap persoalan kebahasaan.

Rektor menegaskan bahwa Bahasa Bali tidak sekadar menjadi kumpulan kosakata, tata bahasa, maupun sarana komunikasi. Di dalamnya terdapat cara masyarakat memahami kehidupan, membangun relasi sosial, menempatkan diri dalam lingkungan, serta meneruskan pengetahuan dan nilai antargenerasi. Oleh karena itu, keberlangsungan Bahasa Bali juga berkaitan erat dengan keberlanjutan kebudayaan Bali.
Universitas 91视频, menurut Rektor, memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog akademik yang memungkinkan berbagai persoalan dikaji secara kritis. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membaca perubahan dan menerjemahkan hasil pemikiran menjadi gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
KeLIR diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran pandangan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pertanyaan penelitian baru, memperkuat jejaring akademik, membuka peluang kolaborasi, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan kebijakan dan praktik kebahasaan.

Tema 鈥淐ultivating Balinese: Weaving a Future of Balinese Language and Culture鈥 juga menekankan pentingnya melihat Bahasa Bali sebagai bahasa yang terus hidup dan berkembang. 鈥淏ahasa Bali perlu ditumbuhkan, bukan sekadar disimpan,鈥 pesan Rektor.
Upaya menjaga Bahasa Bali, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan mengingat masa lalu. Bahasa harus memperoleh ruang penggunaan dalam kehidupan masa kini, termasuk dalam pendidikan, keluarga, kegiatan masyarakat, seni, penelitian, dan perkembangan teknologi. Pengembangan Bahasa Bali juga perlu dilakukan dengan pemahaman terhadap karakter, nilai, dan keragamannya sehingga perubahan tidak harus dimaknai sebagai kehilangan identitas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D menyampaikan topik yang dibahas pada kegiatan ini tidak hanya melihat fenomena bahasa dari perspektif bahasa semata, namun juga dari perspektif budaya. Dekan menekankan, penelitian bahasa yang berkembang saat ini tidak berdiri sendiri, tetapi lintas disiplin dengan melibatkan aspek budaya. Bahasa Bali menurutnya salah satu bahasa yang digunakan untuk menguji kemapanan teori-teori bahasa.
KeLiR diisi oleh akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas 91视频. Sebanyak 150 orang peserta yang merupakan civitas akademika Universitas 91视频 dan kalangan umum turut serta dalam kegiatan ini.