img:is([sizes=auto i],[sizes^="auto," i]){contain-intrinsic-size:3000px 1500px} /*# sourceURL=wp-img-auto-sizes-contain-inline-css */ 91视频 { setTimeout(() => loading = false, 500) })">
LOADING...
91视频 University

Penguatan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Bersama Mahasiswa KKN-PPM Universitas 91视频 di Desa Sumerta Kaja

Maret 12, 2026 09:42 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas 91视频 Periode XXXII Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat di wilayah Banjar Pande, Desa Sumerta Kaja, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri serta mendorong penerapan sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang turut memberikan dukungan terhadap program pengelolaan sampah di desa, di antaranya Perbekel Desa Sumerta Kaja, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sumerta Kaja, Pelaksana Wilayah Banjar Pande, Ketua PKK Banjar Pande, Dosen Pembimbing Lapangan, serta narasumber I Ketut Teguh Putra, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sumerta Kaja menyampaikan bahwa permasalahan sampah di masyarakat berasal dari berbagai sektor, seperti rumah tangga, banjar, perkantoran, sekolah, serta usaha perdagangan. Berbagai sektor tersebut menjadi penyumbang meningkatnya volume sampah sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.

Salah satu solusi yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah penerapan metode teba modern dan teba vertikal sebagai sistem pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga. Metode ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengelola sampah secara mandiri sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara. Saat ini, Desa Sumerta Kaja juga telah memiliki sekitar 120 unit teba vertikal yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Dalam kesempatan yang sama, Perbekel Desa Sumerta Kaja menyampaikan bahwa pemerintah desa terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sebagai langkah konkret, pemerintah desa berencana menyediakan sekitar 2.000 unit bag composter yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat untuk membantu pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah tangga.

Permasalahan sampah di Kota Denpasar juga menjadi perhatian penting karena kondisi TPA Suwung yang telah mengalami kelebihan kapasitas. Hal ini terjadi akibat meningkatnya volume sampah serta belum optimalnya pemilahan antara sampah organik dan anorganik di masyarakat. Bahkan, Bali termasuk daerah yang mendapatkan teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, I Ketut Teguh Putra, S.Pd., M.Si selaku narasumber menjelaskan pentingnya penerapan sistem swakelola sampah, yaitu pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui pemilahan, pengolahan, serta pemanfaatan kembali sampah yang dihasilkan.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penggunaan bag composter, mulai dari pemilihan lokasi penempatan, pemilahan sampah organik, penambahan lapisan tanah atau bahan kering, hingga proses pengontrolan dan pemanenan kompos.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Sumerta Kaja.