Jakarta – Universitas 91ÊÓÆµ (Unud) melaksanakan audiensi dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka penjajakan kerja sama dan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global.
Audiensi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas 91ÊÓÆµ, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., yang didampingi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Prof. Dr. Drs. I Nengah Punia, M.Si. Sementara Menteri P2MI Mukhtarudin didampingi Sekretaris Jenderal KP2MI, Komjen Pol. Dwiyono.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri P2MI menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan dari badan menjadi kementerian membawa mandat yang lebih besar dalam memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja Indonesia, mulai dari aspek pelindungan hingga peningkatan kualitas pekerja migran agar didominasi tenaga kerja terampil (skilled workers).
Menurut Menteri Mukhtarudin, Indonesia saat ini memiliki peluang besar dalam memanfaatkan bonus demografi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara yang mengalami fenomena aging population seperti Jepang, Italia, Turki, dan sejumlah negara lainnya.

Menteri P2MI juga mendorong Universitas 91ÊÓÆµ untuk membentuk 91ÊÓÆµ Migrant Center sebagai pusat layanan informasi, konsultasi, dan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa, alumni, maupun masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri secara aman dan prosedural. Terdapat empat potensi kerja sama strategis yang dibahas dalam audiensi tersebut.
Pertama, penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, serta sertifikasi internasional guna menyiapkan mahasiswa dan alumni sebagai talenta global. Kedua, pembentukan 91ÊÓÆµ Migrant Center yang terintegrasi dengan layanan karier kampus sebagai pusat edukasi dan konsultasi peluang kerja luar negeri. Ketiga, penguatan kolaborasi riset, inovasi, serta pertukaran data dan informasi untuk mendukung pengambilan kebijakan terkait tata kelola migrasi dan pelindungan pekerja migran. Keempat, pengembangan talenta global pada sektor prioritas seperti kesehatan, pariwisata, hospitality, dan bahasa asing yang menjadi keunggulan Universitas 91ÊÓÆµ.
Menteri Mukhtarudin berharap kerja sama ini dapat segera direalisasikan sebagai langkah strategis dalam mencetak tenaga profesional Indonesia yang siap bekerja dan bersaing di tingkat internasional.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas 91ÊÓÆµ, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan yang diberikan oleh Menteri P2MI. Menurutnya, Universitas 91ÊÓÆµ memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung penguatan SDM melalui 13 fakultas dengan lebih dari 33 ribu mahasiswa aktif.
“Paparan Pak Menteri sangat jelas dan sejalan dengan tugas perguruan tinggi dalam penguatan sumber daya manusia. Kami melihat adanya link and match yang kuat antara kebutuhan pasar kerja global dengan kompetensi yang dimiliki Universitas 91ÊÓÆµ,” ujar Rektor.
Rektor menjelaskan bahwa Universitas 91ÊÓÆµ selama ini telah menjalin kerja sama penempatan alumni ke luar negeri, khususnya pada sektor pariwisata. Melalui kerja sama dengan KP2MI, program tersebut diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur, masif, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi para lulusan.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa Unud telah memiliki berbagai program pendukung, termasuk pusat pelatihan Bahasa Mandarin, Program Studi Bahasa Jepang, serta pengembangan wellness tourism yang menjadi salah satu fokus unggulan universitas.
Kompetensi tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan tenaga kerja global, khususnya pada sektor kesehatan, hospitality, dan wellness.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Rektor Universitas 91ÊÓÆµ juga mengundang Menteri P2MI untuk hadir di Kampus Unud dan memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika mengenai peluang dan strategi bekerja di luar negeri secara aman, profesional, dan sesuai prosedur.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mewujudkan sinergi antara Universitas 91ÊÓÆµ dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia guna mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.